Tilik.

Pagi ini entah kenapa tiba-tiba saja terpikir untuk menengok kembali blog lama ini, mungkin situasi dimana saya berada saat ini juga yang tanpa sadar mengingatkan kembali saat-saat dimana dulu sering aktif menulis disini. Cukup takjub juga karena di masa lalu saya punya blog yang cukup “berisi” untuk diupdate secara berkala heheheee…

Beberapa silly post lama saya putuskan untuk dihapus saja, beberapa post yang cukup menarik perhatian google saya biarkan, beberapa post yang cukup membuat bibir mengembang juga saya biarkan untuk kepentingan hiburan pribadi semata. Pesan saya untuk yang mencari beberapa referensi mengenai ubuntu atau linux disini, mungkin beberapa tips dan trik disini sudah ga bisa jalan lagi untuk versi keluaran terbaru, tapi cara kerjanya beberapa masih bisa dipakai, googling lagi saja untuk referensi yang lebih update.

Ada keinginan untuk kembali menulis disini, tapi masih belum tahu juga kapan dan apa yang akan ditulis disini heheheheee.. ntaran ajalah.

cheers!

[Minor Bug] Backlight Laptop Ubuntu 12.04.1 Precise Pangolin.

Hampir semua versi Ubuntu yang gue coba dengan media LiveCD di Acer 4736 selalu gue boot dengan optional “nomodeset” dari menu booting awal LiveCD-nya termasuk versi 12.04 Precise Pangolin, disebabkan desktop yang nge-blank. Hingga pada akhirnya gue nginstall full di laptop pun gue masih harus pakai optional “nomodeset” untuk mereplace baris “quiet splash”..

Masalah lain yang datang adalah setelah masuk Ubuntu resolusi monitor maksimal yang didapat cuma sampai 800×600 saja, gue pikir itu bisa diatasi dengan cara xrandr. Ternyata tetap ga bisa, terus keluar pesan error :

“THE SELECTED CONFIGURATION FOR DISPLAYS COULD NOT BE APPLIED
required virtual size does not fit available size: requested=(1368,768), minimum=(800,600), maximum=(1024,768)"

Ternyata setelah dibaca-baca lagi resolusi monitor yang cuma bisa segitu didapat karena gue booting pake optional “nomodeset” diawal. Sebenarnya tetap pakai “quiet splash” juga bisa masuk Ubuntu cuma tampilan desktopnya jadi blank, masalah sebenarnya ada pada backlight yang entah kenapa ga nyala pada awal booting dengan “quiet splash”.

Di link ini dijelaskan cara mengatasi bug kecil tersebut dengan cara :

1. Dengan tampilan resolusi desktop yang masih seadanya itu😀, buka terminal kemudian run :

gksudo gedit /etc/rc.local

2. Dari file “rc.local” yang sudah terbuka cari baris yang berisi :

exit 0

3. Kemudian tambahkan dibawah baris dengan “exit 0” :

setpci -s 00:02.0 F4.B=00

4. Save file “rc.local” dan exit gedit.

Itu akan membenahi fungsi backlight display saat booting.

Sekarang memperbaiki setting-an booting saat masuk menu Grub :

1. Dari terminal run :

gksudo gedit /etc/default/grub

2. Dari file yang sudah terbuka, cari baris yang berisi :

GRUB_CMDLINE_LINUX=””

3. Isi tanda kutip dalam baris tersebut hingga menjadi :

GRUB_CMDLINE_LINUX=”acpi_osi=Linux”

4. Save file dan exit gedit.

Sekarang saatnya mengupdate menu Grub dari terminal dengan :

sudo update-grub

Tunggu hingga proses update menu Grub selesai dan kemudian restart Ubuntu.

Apa yang gue dapat seteal itu adalah sejak booting dari menu Grub, resolusi display sudah masuk ke resolusi optimal laptop (1368×768) sampai masuk Ubuntu juga semuanya jadi pas, gak perlu lagi pakai xrandr.

🙂

Sumber-sumber :

[SOLVED] Changing the resolution http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=2077330

[SOLVED] Emachines E525 Display Issues http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=1900024

Postingan blog terkait :

Menambahkan resolusi monitor dengan xrandr : https://tomzick.wordpress.com/2012/07/03/menambahkan-resolusi-monitor-ubuntu-dengan-xrandr/

CHVRCHES

CHVRCHES

CHVRCHES

Perkenalkan CHVRCHES (dibaca “churches”) band electropop/synthpop dari Glasgow, Skotland. Kemaren gue nemu file mp3-nya yang judulnya “Lies” dari teman2 di The Countdown bulan Oktober, setelah gue dengerin satu kali – dua kali lama-lama jadi betah diputer berkali-kali.. Yep, this (new) stuff is addictive..!!!

“Lies”

Yang lebih fresh lagi: “The Mother We Share”

Pas begitu gue lihat halaman last.fm-nya, baik di churches (http://last.fm/music/churches) ataupun CHVRCHES (http://last.fm/music/CHVRCHES) ternyata yang dengerin masih sedikit.. Wahahahahaaa pas banget nih lagu buat dipake gaya-gaya-an nge-“hipster”..😀

The Dark Knight Rises..!!!

“When Gotham is ashes… You have my permission to die…” ~ Bane

Legend Ends..

Oh yes yes yesss…!!! 20 Juli besok premier The Dark Knight Rises..!! Udah gue tunggu-tunggu banget nih sekuel Batman terakhir dari Chris Nolan. Mau ada Avenger kek, Amazing Spider-Man kek, tu semua gue lewatin untuk yang satu ini. Sama sekali ga ngerti deh soal dua film ituh, bodo amat. Film terakhir yang bener-bener gue update adalah The Raid dan itu udah lama banget.

Dulu itu gue dua kali nonton The Raid di layar lebar, dan abis nonton The Raid gue kayak mikir. “Ah gilak..!!! Gue ga mau nonton film jelek ah abis yang ini.. Film yang pengen gue tonton abis ini adalah….. [mikir lama] The Dark Knight Rises..!!!” Dan untuk itu gue mesti nunggu lama untuk nonton lagi di bioskop, lupain itu segala macem Avengers, Amazing Spider-Man, cuih!!

Kenapa The Dark Knight Rises layak ditunggu? Jadi menurut gue gini :

1. Ini Trilogy penutup dari series Batman-nya Chris Nolan sebelum dia mulai megang “Man of Steel” (abis megang Batman lanjut megang Superman??!! heuheuu..). Gue pengen tau aja cara dia nutup trilogy-nya itu. Apalagi dengan naruh line “The Legend Ends.”

2. Tom Hardy sama Joseph Gordon-Levitt main bareng lagi setelah di Inception (another masterpiece from Nolan), chemistry keduanya dapet banget di Inception😀 . Di The Dark Knight Rises ini mereka musuhan sih, pengen tau aja kayak apa jadinya..

3. Film Tom Hardy terakhir yang gue enjoy adalah Warrior (film keren!!) dan disitu gue pikir dia udah hampir jadi Bane😀.. Meskipun kayaknya agak susah bikin Bane jadi sensasional kayak Joker (secara baik Bane ataupun Hardy tu fisikal banget).

4. Anne Hathaway.. Devil Wears Prada… heuheuuu..

5. Christian Bale (ya siapa lagi..??) Batpod, Tumbler, dan segala macemnya itu lah..!!! Tapi gue kurang suka sama Batsuit-nya yang terakhir euy, keliatannya kayak rumit dan berat banget gitu.. Kayak robot ajeh.. heuheuuu..

Rises!!

Ribet amat nih Batsuitnya euy..!!!

😀

van Persie : gak ada perpanjangan kontrak..

van Persie di EURO 2012

“gak akan perpanjang kontrak..”

“I’ve thought long and hard about it, but I have decided not to extend my contract.”

Yak!! Itulah sebaris kalimat yang jadi inti dari pernyataan resmi Robin van Persie di websitenya robinvanpersie.com semalam. Sebuah pernyataan yang kalo gue pikir sebenarnya cukup masuk akal, tapi bagi banyak Gooners di luar sana bisa jadi satu titik balik dimana pada awalnya mereka yang memuja-muja van Persie bisa berbalik menjadi membencinya.

Kontrak van Persie masih sisa satu tahun lagi, itu berarti jika kontrak habis pada waktunya tahun depan (akhir musim 2012 – 2013) maka van Persie bisa meninggalkan Arsenal dengan status bebas transfer tanpa biaya apapun bagi klub. Kalau dia tetap keukeuh dengan pernyataan itu sampai tiba waktunya nanti, maka satu-satunya jalan agar kepindahan van Persie dapat membawa manfaat bagi klub adalah menjualnya pada awal musim atau pada pertengahan musim. Klub masih bisa mengajukan harga yang layak secara van Persie masih terikat di dalam kontrak, menurut gue pribadi kisaran harga yang layak ya.. Sekitar 20 – 30 Juta Pounds bisa dijadiin patokan lah.

Balik ke update resmi dari van Persie, menurut gue sikapnya yang memutuskan untuk ga memperpanjang kontrak lagi bukan suatu langkah bijak. Okelah kalo memang dia pengen pindah, tapi ya seengaknya ga sampe bebas transfer gitulah. Perpanjang kontrak 2 -3 tahun untuk kemudian pindah pada saat masih di dalam kontrak lebih masuk akal kedengerannya, tapi ya ga sekarang juga. Gue udah bayangin aja musim ini bakal jadi musim yang berat dan penuh tekanan dari fans untuknya.

Klub pun merespon pernyataan resmi van Persie tersebut : http://www.arsenal.com/news/news-archive/club-statement-robin-van-persie

Kelihatannya dua pihak telah berkomunikasi dengan cukup baik ya.. Meskipun hasilnya masih belum bagus.. heuheuuuu…😦

Menambahkan Resolusi Monitor Ubuntu dengan xrandr.

Hello Blog!! Sudah lama tidak bersua, heheheheee….🙂

Langsung aja deh, anggap aja kemarin gue abis nemu sepasang PC berprocessor Intel G620 dengan monitor LCD Samsung 19″. Begitu gue install Windows 7 everything’s working smoothly, ga jauh beda setelah gue install Ubuntu 12.04. Hanya saja ada satu masalah di resolusi monitor, kalo di Windows 7 didapet resolusi optimal 1920×1200, di Ubuntu maksimal cuma sampai 1024×768. Ngubek-ngubek google sampai ke forum Ubuntu lokal atau interlokal akhirnya nemu jalan keluarnya.😉

Dari artikel di ubuntugeek gue lakuin langkah-langkah berikut ini :

1. Dari terminal gunakan xrandr -q untuk mendapatkan info beberapa resolusi diplay bawaan default.
Output :

Screen 0: minimum 320 x 200, current 1024 x 768, maximum 8192 x 8192
VGA1 connected 1024x768 (normal left inverted right x axis y axis) 0mm x 0mm
1024x768 60.0*
800x600 60.3
848x480 60.0
640x480 59.9
HDMI1 disconnected (normal left inverted right x axis y axis)
DP1 disconnected (normal left inverted right x axis y axis)

2. Gunakan cvt untuk mendapatkan beberapa parameter untuk resolusi 1920×1200 yang akan digunakan pada langkah selanjutnya.

cvt 1920 1200

output :

# 1920x1200 59.88 Hz (CVT 2.30MA) hsync: 74.56 kHz; pclk: 193.25 MHz
Modeline “1920x1200_60.00” 193.25 1920 2056 2256 2592 1200 1203 1209 1245 -hsync +vsync

3. Dari output cvt diatas, kita bikin “modeline” dengan xrandr.

xrandr --newmode “1920x1200_60.00” 193.25 1920 2056 2256 2592 1200 1203 1209 1245 -hsync +vsync

4. Kemudian kita tambahkan mode baru sesuai dengan output VGA1 yang kita gunakan (lihat langkah 1).

xrandr --addmode VGA1 1920x1200_60.00

5. Tambahkan output VGA1 untuk resolusi yang baru.

xrandr --output VGA1 --mode 1920x1200_60.00

Setelah langkah 5 diatas dijalankan maka resolusi mulai berubah ke 1920×1200, langkah selanjutnya kita perlu menambahkan settingan untuk resolusi 1920×1200 agar otomatis di-load tiap kali Ubuntu 12.04 dibooting. Pada artikel dari ubuntugeek.com diatas langkah selanjutnya dilakukan dengan asumsi desktop manager yang digunakan adalah “gdm”, namun pada Ubuntu 12.04 desktop manager default yang digunakan bukan lagi “gdm” tapi “lightdm”. Untuk desktop manager dengan “lightdm” bisa dibaca dari askubuntu :

Kalau artikel dari blog askubuntu dipakai buat nerusin langkah sebelumnya, maka jadi :

6. Di direktori home buat file “lightdmxrandr.sh” dengan text editor gedit. Kemudian isi dengan input langkah 3 sampai 5.

#!/bin/sh
xrandr --newmode "1920x1200_60.00" 193.25 1920 2056 2256 2592 1200 1203 1209 1245 -hsync +vsync
xrandr --addmode VGA1 1920x1200_60.00
xrandr --output VGA1 --mode 1920x1200_60.00

7. Save file “lightdmxrandr.sh” dan lakukan chmod :

chmod a+rx ~/lightdmxrandr.sh

Setelah itu coba dites run script, jika berhasil maka resolusi layar akan berubah sesuai yang dikehendaki.

8. Selanjutnya pindahkan script itu ke direktori “/usr/share”

sudo mv ~/lightdmxrandr.sh /usr/share

9. Kemudian kita mengkonfigurasi file inisiasi “lightdm” agar menjalankan script tersebut tiap kali Ubuntu di-load.

sudo gedit /etc/lightdm/lightdm.conf

tambahkan di baris paling akhir :

display-setup-script=/usr/share/lightdmxrandr.sh

10. Save file tersebut dan restart.

Selanjutnya Ubuntu akan otomatis me-load resolusi 1920×1200 setelah booting.

Sumber :
ubuntugeek.com >> http://www.ubuntugeek.com/how-change-display-resolution-settings-using-xrandr.html
askubuntu.com >> http://askubuntu.com/questions/73804/wrong-login-screen-resolution

🙂

=================================================================

Update 20 Januari 2013, berkaitan dengan resolusi layar Ubuntu 12.04, “nomodeset” boot option, dan setting backlight pada display laptop : https://tomzick.wordpress.com/2013/01/20/minor-bug-backlight-laptop-ubuntu-12-04-1-precise-pangolin/